Banyak pelaku UMKM yang berjualan di TikTok Shop, Shopee, atau marketplace lain masih bingung: "Apakah saya butuh izin khusus karena jualan di platform tertentu?" Jawabannya: tidak ada izin khusus per platform. Yang menentukan izin usaha kamu adalah jenis produk yang dijual, bukan aplikasi atau marketplace tempat kamu berjualan.
Artikel ini akan menjelaskan KBLI yang tepat untuk online shop, serta izin tambahan apa saja yang mungkin kamu perlukan.
Sistem OSS (Online Single Submission) tidak mengenal kategori "jualan di TikTok" atau "jualan di Shopee". Yang dilihat OSS adalah apa yang kamu jual. Jadi baik kamu jualan di TikTok Shop, Shopee, Tokopedia, Instagram, atau website sendiri, KBLI yang dipilih tetap sama selama jenis produknya sama.
| Kode KBLI | Peruntukan | Contoh |
|---|---|---|
| 47911 | Perdagangan eceran melalui internet — produk umum | Fashion, alat rumah tangga, elektronik, aksesoris |
| 47912 | Perdagangan eceran melalui internet — makanan & minuman | Frozen food, snack kemasan, minuman kemasan |
| 47913 | Perdagangan eceran melalui internet — produk dengan izin khusus | Obat-obatan, herbal, kosmetik, alat kesehatan |
| 47919 | Perdagangan eceran melalui internet lainnya | Produk yang tidak masuk kategori di atas |
Sebagian besar pelaku online shop cukup menggunakan KBLI 47911. Tapi kalau kamu jualan lebih dari satu jenis produk (misalnya fashion sekaligus skincare), kamu bisa mendaftarkan lebih dari satu KBLI dalam satu NIB.
Ini beda kasus lagi. Kalau usahamu bukan jualan produk, tapi menyediakan tempat bagi penjual dan pembeli bertemu (misalnya bikin marketplace sendiri atau sistem SaaS e-commerce), KBLI yang dipakai:
Berdasarkan PP Nomor 5 Tahun 2021 dan Permendag Nomor 50 Tahun 2020, semua pelaku usaha yang berjualan lewat platform digital — termasuk Shopee, TikTok Shop, Lazada, atau website sendiri — wajib memiliki izin usaha resmi. Tanpa NIB, ada beberapa risiko yang bisa muncul:
Punya NIB dengan KBLI yang tepat belum tentu cukup kalau produkmu termasuk kategori yang diatur khusus:
Jadi, KBLI itu soal legalitas usaha, sedangkan izin edar/halal itu soal legalitas produk. Keduanya harus jalan bareng, bukan salah satu saja.
Share This News